<p>&nbsp;</p><body>p</body>

  HOME         ARTICLES         BEDROOM          ABOUT  

BACA JUGA:

SEKS DI USIA SENJAKenapa Tidak?

MITOS & FAKTA TENTANG DISFUNGSI EREKSI


 

 October 25, 2004

PAP SMEARS
Kenali Perubahan Sel Leher Rahim Secara Dini
 

Karsinoma Serviks atau yang sering diIndonesiakan sebagai Kanker Leher Rahim, sampai saat ini adalah salah satu penyebab kematian tersering pada wanita. Data dari National Cancer Institute menunjukkan bahwa setiap tahun, 15.000 wanita Amerika terdiagnosis menderita penyakit ini. Data dari negeri kita sayang sekali belum ada, namun mengingat tingkat kesadaran kita akan kesehatan reproduksi masih sangat minim, tak banyak wanita yang datang memeriksakan dirinya ke dokter terutama bila keluhan itu menyangkut sesuatu yang masih dianggap tabu. Jangan heran kalau upaya mendeteksi dini kanker leher rahim ini sedikit mengalami hambatan.

Sampai saat ini, cara untuk mengetahui ada tidaknya perubahan sel leher rahim yang menuju pada pembentukan sel kanker adalah dengan mengambil apusan (smear) dari leher rahim. Teknik pengambilan apusan dari leher rahim ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Papanicolau, karena itu teknik ini populer dengan istilah Pap's Smear (PS).

Untuk melakukan Pap's Smear, dokter akan memasukkan semacam alat yang disebut spekulum ke dalam vagina anda. Kemudian membersihkan mulut rahim dengan hati-hati menggunakan kapas khusus. Selanjutnya dokter akan mengambil sampel apusan dengan menggunakan spatula khusus dari kayu. Apusan ini diletakkan pada kaca objek untuk nantinya dikirim ke laboratorium.



Hasil pemeriksaan Pap's smear akan menunjukkan kondisi sel-sel dileher rahim anda. Kalau dulu metode yang dipakai untuk memaparkan hasil PS anda adalah sistem Class dimana Class 1 dipakai untuk sel normal dan Class 5 untuk kanker yang sudah menyebar, sekarang cara itu diganti dengan metode Bethesda. Dengan Bethesda System hasil PS anda akan diklasifikasikan sebagai:
- Within Normal Limits
- Atypical Cells of Undetermined Significance (ASCUS)
- Atypical Glandular Cells of Undetermined Significance (AGUS)
- Low-Grade Squamous Intraepithelial Lesion (LSIL)
- High-Grade Squamous Intraepithelial Lesion (HSIL)
- Squamous Cell Carcinoma
- Adenocarcinoma
Bethesda system juga akan memberitahukan apakah sampel apusan adekuat, apakah ada sekelompok kecil sel yang mulai mengalami perubahan diantara gambaran sel normal. Karena itu Bethesda system dianggap lebih baik dalam mendeskripsikan interprestasi hasil Pap's Smear.

PS sebaiknya dilakukan setahun sekali sebagai skrining mulai usia 18 tahun atau saat anda mulai aktif secara seksual. Kalau dalam 3 tahun berturut-turut PS memberikan hasil yang normal, anda bisa mengurangi frekwensinya menjadi 3 tahun sekali, kecuali kalau dokter anda menginginkan lain.
Biasanya dokter akan menginginkan PS lebih sering jika anda dianggap memiliki faktor risiko terkena kanker serviks.
Yang dianggap sebagai faktor risiko diantaranya adalah:
- Mulai aktif secara seksual sebelum usia 20 tahun
- Gonta ganti pasangan seks
- Pernah atau sedang terinfeksi penyakit menular seksual
- Perokok
- Pemakai pil KB
- Berulang kali melahirkan
- Pernah atau sedang menderita infeksi HPV (Human Papilloma Virus)

Pap's Smear sebaiknya dilakukan pada saat anda tidak haid, antara hari ke 10-20 dihitung dari hari pertama haid terakhirnya. Yang perlu diingat sekita 2 hari sebelum pemeriksaan, jangan melakukan membilas vagina baik dengan air atau sabun pembersih,juga jangan melakukan hubungan seksual karena ditakutkan akan membilas sel-sel yang mungkin abnormal sehingga tak nampak pada saat Pap's smear.

Kalau hasil Pap's smear anda positif, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan lain, baik itu kolposkopi, atau Schiller test, yaitu dengan memberikan semacam zat pewarna di serviks anda. Sel normal akan berwarna coklat, sedangkan sel abnormal akan menjadi putih atau kuning. Dokter juga bisa melakukan biopsi untuk mengambil contoh jaringan serviks.

Kenalilah sedini mungkin perubahan sel serviks dengan Pap's Smear sebelum terlambat.

# posted by fahrie : 1:02 PM

Back to Articles

scroll up scroll down