Disfungsi Ereksi, yang dalam istilah dulu disebut impotensi, menurut Merriam-Webster Medical Dictionary didefinisikan sebagai suatu ketidaknormalan fisik atau psikis dari seorang pria yang ditandai oleh ketidakmampuan melakukan hubungan seks karena kegagalan mengalami atau mempertahankan ereksi.
Kondisi ini bukan hanya menimbulkan stres bagi sang pria, namun juga terkadang berimbas pada pasangannya. Banyak mitos yang beredar tentang kondisi ini. Benar atau tidak? Berikut beberapa faktanya:
Mitos: Disfungsi Ereksi (DE) bukanlah kondisi yang lazim, hanya sedikit dari pria yang mengalami masalah ini
Fakta: Menurut data dari WebMD, 1 dari 10 pria mengalami DE!. Hal ini bisa dipicu oleh beragam faktor , diantaranya kelelahan atau konsumsi alkohol yang berlebihan,
Kegagalan mengalami ereksi dalam kurang dari 20% kegiatan seksual biasanya tidak memerlukan terapi. Namun kegagalan ereksi lebih dari 50% kegiatan seksual merupakan indikator dari adanya masalah yang harus diatasi.
Mitos: Orang yang mengalami DE juga mengalami penurunan libido
Fakta: DE justru menjadi problem karena libido atau hasrat untuk berhubungan seksual tetap normal namun tidak dibarengi kemampuan untuk melakukannya.
Mitos: Merokok menthol bisa menyebabkan DE
Fakta: Sampai saat ini belum ada bukti bahwa menthol akan menyebabkan DE. Yang benar adalah rokok dapat menyebabkan DE.
Untuk bisa ereksi, pada dasarnya 3 hal yang mutlak ada, pertama; saraf ke penis mesti berfungsi normal; kedua, aliran darah ke penis mesti adekuat; ketiga, harus ada rangsang dari otak. Jika ada gangguan pada ketiga hal diatas ereksi yang sempurna akan sulit dicapai.
Merokok bisa mengakibatkan DE karena mempengaruhi aliran darah (menyebabkan penyempitan pembuluh darah). Atau stres misalnya, akan menyebabkan gangguan terhadap rangsang dari otak.
Mitos: Vasektomi menyebabkan DE
Fakta: Vasektomi, sesuai dengan namanya adalah usaha KB pria dengan mengikat vas deferens sehingga aliran sperma tidak bisa melaluinya. Karena prosedur ini tidak mempengaruhi ke tiga syarat untuk bisa ereksi seperti yang telah dibahas di atas, maka otomatis tidak akan menyebabkan DE.
Mitos: Sangat sedikit - kalau tidak bisa dianggap tidak ada - yang bisa dilakukan untuk mengobati DE
Fakta: Ada beragam metode terapi DE, mulai dari obat-obatan oral; seperti Viagra yang sangat terkenal, injeksi penis dengan alprostadyl, pembedahan,implantasi penis, terapi hormonal dengan testosteron atau seks terapi tergantung penyebabnya. Tentunya tiap metode memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Adalah pilihan anda dan dokter anda untuk mendiskusikannya sebelum menentukan pilihan.
Mitos: DE tidak mungkin dicegah
Fakta: Perubahan gaya hidup sebaliknya sangat berperan dalam mencegah DE. Yang bisa anda lakukan untuk mencegah DE misalnya:
- Berhenti merokok; Merokok akan menyebabkan timbulnya atherosklerosis, penyempitan pembuluh darah yang akan berujung pada gangguan suplai darah ke penis.
- Mempertahankan berat badan ideal; obesitas juga salah satu faktor dari timbulnya atherosklerosis
- Olah raga teratur; olah raga teratur bukan saja mempertahankan berat badan ideal tapi juga memperbaiki fungsi jantung dan memastikan jantung cukup sehat untuk memompa darah ke organ vital anda.
- kalau anda mengidap penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, upayakan untuk konsultasi teratur dengan dokter anda agar kondisi anda terkontrol.
(gambar penis implant dikutip dari WebMD)
#
posted by fahrie : 9:27 AM
Back to Articles